Lestarikan Budaya Melayu, Gubernur Kepri Resmi Buka Festival Padang Melang

Fredy Silalahi Kamis, 26-07-2018 | 19:40 WIB Destinasi
padang-melang2.jpg Pembukaan Festival Padang Melang di Anambas. (Foto: Fredy Silalahi)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun secara resmi membuka Festival Padang Melang dengan tajuk 'Helat Budaya Melayu Pesisir' di Pantai Padang Melang, Desa Batu Berapit, Kecamatan Jemaja, Kamis (26/7/2018).

Dalam sambutannya, Nurdin sangat mengapresiasi festival tersebut. Bahkan dia memerintahkan Dinas Pariwisata Provinsi Kepri untuk menjadikan Festival Padang Melang menjadi event tahunan Provinsi Kepri yang bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas.

"Kita sepakat dan kita dorong festival ini menjadi kalender tahunan Provinsi Kepri. Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, tolong catat ini. Karena melalui event ini daerah kita semakin dikenal wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain daerah kita kaya akan ikan, kita juga memiliki potensi pariwisata yang tak kalah penting. Ini yang harus kita dorong, karena melalui pariwisata juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat," jelas Nurdin.

Nurdin juga menyarankan kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan meninggalkan budaya membuang sampah di laut. Suksesnya destinasi pariwisata, harus didukung kebersihan lingkungan.

"Laut ini bukan tempat sampah, wisatawan juga tidak nyaman apabila menemui tumpukan sampah. Mari kita pupuk untuk menjaga kebersihan lingkungan. Selain kebersihan lingkungan, kita juga harus tingkatkan promosi dan melengkapi infrastruktur. Seperti Dinas Pekerjaan Umum, tolong perhatikan jalan tadi saya merasa goyang-goyang di atas mobil. Tolong ini diprioritaskan tahun 2019," jelasnya.

Nurdin juga menyampaikan, bahwa melalui program OSS tidak ada lagi hambatan untuk proses perizinan. "Nanti melalui program OSS tidak akan ada lagi penghambat proses perizinan. Kalau ada, dari program itu akan ketahuan. Jadi ini jaminan kepada investor yang ingin mengembangkan sektor pariwisata," tegasnya.

Sementara, Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Abdul Haris mengatakan tujuan penyelenggaraan Festival Padang Melang untuk meningkatkan dan mengangkat destinasi pariwisata Anambas serta memperkenalkan budaya Melayu kepada wisatawan dan melestarikan kembali budaya Melayu kepada masyarakat. Dia juga berharap agar dinas terkait untuk mencari terobosan baru pada pegelaran festival tahun 2019 mendatang agar lebih meriah.

"Dampak bagi masyarakat yakni ekonomi, selain itu untuk meningkatkan silaturahmi. Daerah kita ini daerah yang strategis dan memiliki potensi pariwisata yang begitu indah. Maka ini yang harus kita dongkrak lagi ke depan, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Kami juga sangat berterimakasih atas dukungan masyarakat pada festival ini, ke depan kita rancang agar lebih meriah lagi," sebutnya.

Haris juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kepri. Menurutnya untuk meningkatkan potensi pariwisata butuh sinergitas. "Adanya sinergitas, tentu perhelatan ini lebih meriah lagi," ucapnya.

Usai memberikan kata sambutan, Gubernur bersama dengan Bupati, Wakil Bupati, Perwakilan SKK Migas, DPR RI Dwi Latifa, Danlanan, Kapolres dan Kacabjari, serta tokoh masyarakat memukul kompang pertanda resmi dimulainya Festival Padang Melang.

Selanjutnya, dilakukan Doa Tolak Bale kepada Sang Pencipta, meminta agar masyarakat dan negara jauh dari bencana maupun malapetaka. Festival Padang Melang ini akan dilanjutkan dengan Tolak Bale asal Mampok, Jemaja dan Tarian Berume.

Pantauan di lapangan, para tamu undangan yakni masyarakat dan wisatawan mancanegara sangat menanti-nanti pertunjukan budaya Melayu tersebut. ?Festival Padang Melang tersebut diselenggarakan pada 26 Juli hingga 28 Juli 2018.

Editor: Gokli